Juni 22, 2008

Mendadak Batik.....

Suatu hari saya melihat beberapa orang muda yang berjalan di sebuah pusat perbelanjaan dengan mengenakan baju dengan motif yang unik dan kombinasi yang menarik. Kemudian di waktu lainnya dalam suatu acara keluarga saya melihat kombinasi pakaian yang sama yang dipakai sepupu-sepupu saya yang perempuan. Tapi yang jelas saya belum menyadari kalo bahan yang dipakai orang muda dan sepupu saya yang terlihat modis tersebut adalah batik. Sampai saya membaca artikel Kompas mengenai Trend Batik di kalangan anak muda. Mungkin saya termasuk yang telat menyadari trend batik di kalangan anak muda belakangan ini, tapi yang jelas bukan karena saya tidak lagi muda.....

Suatu hari saya melihat beberapa orang muda yang berjalan di sebuah pusat perbelanjaan dengan mengenakan baju dengan motif yang unik dan kombinasi yang menarik. Kemudian di waktu lainnya dalam suatu acara keluarga saya melihat kombinasi pakaian yang sama yang dipakai sepupu-sepupu saya yang perempuan. Tapi yang jelas saya belum menyadari kalo bahan yang dipakai orang muda dan sepupu saya yang terlihat modis tersebut adalah batik. Sampai saya membaca artikel Kompas mengenai Trend Batik di kalangan anak muda. Mungkin saya termasuk yang telat menyadari trend batik di kalangan anak muda belakangan ini, tapi yang jelas bukan karena saya tidak lagi muda.....

Biasanya busana dari kain batik dikenakan hanya dalam acara-acara formal. Kondangan, acara pelantikan pejabat, dan seragam hari jumat bagi beberapa PNS adalah kondisi yang biasanya banyak orang yang memakai batik. Selain itu batik juga menjadi pakaian wajib bagi beberapa acara kedaerahan bahkan keagamaan. Kesan yang melekat pada batik beberapa waktu yang lalau adalah tua, formal dan kaku.

Namun belakangan ini aturan itu tidak lagi berlaku. Di pusat-pusat perbelanjaan hingga tempat hiburan juga banyak ditemui orang-orang yang memakai baju berbahan batik dengan bermacam kombinasi. Yang jelas batik kini banyak dipakai di segala suasana tanpa menjadi terlihat kuno. Hal ini merupakan hasil dari kreativitas para desainer saat ini yang mampu membaca keinginan orang-orang muda dan memadukannya dengan peninggalan budaya batik ini. Alhasil berkat ide dan sentuhan seni mereka, batik lahir menjadi karya etnik modern dengan tampilan yang lebih eksklusif, manis, elegan, dan tidak kuno. Model dan warna pun tidak melulu cokelat dan warna-warna gelap, permainan warna, motif tabrak, model modern, dan gaul pun berani diusung tentunya untuk mengikat segmen konsumenyang lebih muda dan moder.

Tak heran batik kini tampil dengan berbagai kombinasi yang lebih segar dan modern. Sehingga kini kita bisa melihat pemandangan yang menarik dari para pemakai batik. Berikut diantaranya beberapa orang yang mendadak batik


Foto 1: Kalo yg pake batik kayak begini.......


www.okezone.com Selasa, 3 Juni 2008 - 09:16 wib

Foto 2: Grup Band yang lagi naik daun pun ikut2an "membatik" (Konser RAN)

Rayi with batikRayi dan Nino

Sumber: ttp://otakiphan.wordpress.com/2008/04/21/konser-ran-band-dan-trend-batik/

Foto 3: Nah Yang satu ini lebih heboh lagi, sebuah kejutan untuk SBY


http://www.detiknews.com


Tak hanya diminati orang Indonesia, batik juga mampu menarik hati para warga mancanegara. Seperti yang dilakukan oleh Bos Microsoft dalam acara Presidential Lecturer beberapa waktu lalu dalam kunjungannya ke Indonesia. Konon, Presiden SBY harus mengganti pakaian formalnya untuk menyeimbangkan tamunya yang berpakaian casual dengan batik ini. Sehingga setelah melepas jas dan dasinya SBY pun mendadak Batik.

Potensi Pasar batik

Menurut salah satu media, tren batik yang mulai bangkit di dalam negeri ternyata juga berpengaruh positif pada ekspor batik ke mancanegara. Mengutip data yang dikeluarkan Departemen Perdagangan (Depdag), menunjukkan peningkatan ekspor dari tahun ke tahun. Pada tahun 2001, nilai ekspor batik tidak langsung tidak mencapai sekitar Rp 200 miliar, sedangkan ekspor langsung nilainya US$ 3,2 juta. Kemudian selang enam tahun ekspor batik khusus untuk daerah Jawa Tengah saja nilai ekspornya mencapai sebesar US$ 29,3 juta atau naik 20,24 persen dibanding tahun 2006 sebesar US$ 24,4 juta. Nilai tersebut merupakan 36,46 persen dari total ekspor batik Indonesia tahun 2007. Sementara tujuan umum ekspor batik adalah negara AS yang menyerap 64,59 persen dari seluruh ekspor batik dunia. Urutan selanjutnya Jerman 5,39 persen, Inggris 5,20 persen, Belgia 2,75 persen dan Prancis 2,27 persen.

Masih dari sumber yang sama BPEN Depdag juga mencatat perkembangan batik di Indonesia meningkat, sehingga tahun 2006 sudah mencapai 48,287 unit dengan menyerap tenaga kerja 792,285 orang dan nilai produksinya mencapai Rp 2,9 triliun. Unit batik itu tersebar di 17 provinsi di Indonesia antara lain Jawa Tengah yang pusatnya di Pekalongan. ()

Batik, Industri Kreatif dan Nilai Tambah Ekonomi

Batik merupakan peninggalan budaya yang memiliki nilai seni tinggi dalam pembuatannya. Pada awalnya kesenian gamabr diatas kaini untuk pakaian ini merupakan salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Kemudian seiring dengan waktu kesenian batik ini pun menyebar ke luar kraton dan menjadi pekerjaan rakyat untuk mengisi waktu luangnya di rumah.Sejarah lebih lanjut mengenai batik dapat dilihat di sini.

Sebelum ditemukannya batik cap pengerjaan batik tulis merupakan suatu yang ekslusif dan membutuhkan ketelatenan serta waktu yang lama dalam pengerjaannya sehingga produk inipun menjadi sesuatu yang ekslusif.

Kini batik hadir kembali dalam wajah baru yang mencerminkan masih lekatnya budaya Indonesia di berbagai kalangan masyarakat dan diterimanya mode pakaian batik seperti yang menjadi tren saat ini merupakan hasil dari kreativitas para desainer yang tak pernah berhenti menggali ide-ide dalam mengembangkan batik. Selain itu kini berkat ide dan sentuhan seni mereka, batik lahir tidak hanya menjadi karya etnik modern dengan tampilan yang lebih eksklusif, manis, elegan, dan tidak kuno, tetapi juga memiliki nilai tambah ekonomi yang tinggi. Kerajinan batik pun kini menjadi salah satu perwujudan industri kreatif yang sedang gencar-gencarnya digalakkan pemerintah melalui Departemen Perdagangan. Ayo terus kreatif dan terus "membatik"...

9 Comments:

luvie said...

"Mungkin saya termasuk yang telat menyadari trend batik di kalangan anak muda belakangan ini, tapi yang jelas bukan karena saya tidak lagi muda....."


huehehehhehe.. ngerasa tua ya, jri.. ^o^

Li said...

kok si Bule' pake batik jg yah...???
wah itu pertanda marabahaya...
awas batik kita dicolok bule'...
Waspadalah! Percayalah! Dilarang merokok (Lho???) :)

fajrin said...

+luvie
ha3 ya enggak vie...cuman ngerasa telat aja ngikutin tren. lagi pula gw ngerasa kalo perkembangan trend batik belakangan ini bisa dilihat sebagai suatu sinergi antara ide2 kreatif saat ini dengan peninggalan budaya indonesia yang merupakan salah satu keunggulan indonesia, yang masih bisa dibanggakan....

+li
wah...iya juga ya...tapi khan udah ada patennya. Dan si bulenya juga Bos Microsoft yg gencar banget mengkampanyekan anti pembajakan(secara dagangannya banyak dibajakin di indonesia...)

infoGue said...

artikel anda ada di:

http://fashion.infogue.com
http://fashion.infogue.com/mendadak_batik_


anda bisa promosikan artikel anda di infogue.com yang akan berguna untuk semua pembaca. Telah tersedia plugin/ widget vote & kirim berita yang ter-integrasi dengan sekali instalasi mudah bagi pengguna. Salam!

ferry lazzuardo said...

terima kasih atas informasinya
sungguh bermanfaat artikel ini..thanks for share
mobil banjir

ferry lazzuardo said...

Jangan berhenti untuk terus berkarya, semoga

kesuksesan senantiasa menyertai kita semua.
keep update! Velg mobil

agnes monica said...

terima kasih atas informasinya..
semoga dapat bermanfaat bagi kita semua :) Agnes Monica

ferry lazzuardo said...

Jangan berhenti untuk terus berkarya, semoga kesuksesan senantiasa menyertai kita semua.
keep update!lamborghini Aventador

olga syahputra said...



terima kasih atas informasinya..
semoga dapat bermanfaat bagi kita semua :) Olga Syahputra